DPRD Sintang Nilai Pengawasan Media Sosial untuk Anak Langkah Positif, Tekankan Peran Orang Tua dan Sekolah

Diposting pada

SINTANG, DN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Toni, menyampaikan bahwa kebijakan penguatan pengawasan terhadap penggunaan media sosial di kalangan anak-anak merupakan langkah yang tepat dan perlu didukung bersama. Hal ini dinilai penting di tengah semakin berkembangnya teknologi digital yang membawa dampak positif sekaligus risiko bagi generasi muda.

Menurut Toni, perkembangan platform media sosial saat ini tidak dapat dihindari, namun penggunaannya perlu diarahkan secara bijak, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan karakter dan pola pikir. Tanpa pengawasan yang memadai, media sosial berpotensi memberikan pengaruh negatif seperti paparan konten tidak sesuai usia, perundungan siber, hingga penyebaran informasi yang tidak benar.

“Pengawasan terhadap penggunaan media sosial bagi anak-anak merupakan langkah yang sangat positif. Ini penting untuk melindungi mereka dari dampak buruk dunia digital yang semakin terbuka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari orang tua serta pihak sekolah. Orang tua, menurutnya, memiliki peran utama dalam mengawasi aktivitas anak di rumah, sementara sekolah dapat memberikan edukasi terkait literasi digital dan etika berinternet.

Toni juga mendorong adanya program edukasi berkelanjutan mengenai penggunaan media sosial yang sehat, termasuk pemahaman tentang batasan usia, cara menyaring informasi, serta bahaya konten negatif di internet. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bersifat positif dan produktif.

Selain itu, ia menilai perlunya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak. Edukasi literasi digital sejak dini dianggap sebagai kunci untuk membentuk generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

“Jika semua pihak terlibat, kita bisa menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *