DPRD Sintang Ingatkan Pelajar Batasi Gadget, Erika Soroti Dampak Negatif Game Berlebihan

Diposting pada

SINTANG, DN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Erika Daegal Theola, mengimbau para pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan gadget serta membatasi aktivitas bermain game. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak dan remaja yang dinilai berpotensi mengganggu proses belajar maupun perkembangan sosial mereka.

Menurut Erika, perkembangan teknologi memang memberikan banyak kemudahan, termasuk dalam hal akses informasi dan sarana pembelajaran. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol justru dapat membawa dampak negatif bagi pelajar.

“Gadget dan game memang bisa menjadi hiburan, bahkan sarana belajar. Tapi jika digunakan secara berlebihan, justru bisa menurunkan konsentrasi dan memengaruhi prestasi akademik,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa beberapa dampak yang sering muncul akibat penggunaan gadget secara berlebihan antara lain gangguan tidur, menurunnya fokus belajar, serta berkurangnya interaksi sosial dengan keluarga maupun teman sebaya. Kondisi ini, jika dibiarkan, dapat memengaruhi perkembangan karakter dan kemampuan sosial anak.

Erika juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget di rumah. Ia mengimbau agar orang tua tidak hanya membatasi waktu penggunaan, tetapi juga mengarahkan anak untuk melakukan aktivitas yang lebih positif, seperti membaca, berolahraga, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tidak semua konten dalam permainan daring aman untuk anak-anak. Banyak konten yang tidak sesuai usia dan berpotensi memengaruhi pola pikir maupun perilaku. Oleh karena itu, pengawasan serta edukasi digital menjadi hal yang sangat penting.

Di sisi lain, Erika juga mendorong pihak sekolah untuk turut berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada siswa terkait penggunaan teknologi secara sehat. Program literasi digital dan edukasi manajemen waktu dinilai dapat membantu pelajar dalam menyeimbangkan antara belajar dan hiburan.

“Teknologi harus dimanfaatkan dengan bijak. Anak-anak tidak boleh hanya fokus pada game atau media sosial, tetapi juga harus tetap aktif belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri,” tambahnya.

Ia menilai, di tengah derasnya arus digitalisasi, sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang cerdas, seimbang, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *