DPRD Sintang Dorong SPBU Prioritaskan Kendaraan Umum di Tengah Antrean BBM

Diposting pada

SINTANG, DN – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, meminta pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah setempat untuk mengutamakan kendaraan umum dalam pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Permintaan tersebut disampaikan menyusul kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU yang dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari.

Menurut Santosa, kendaraan umum seperti angkutan kota, ojek, hingga kendaraan operasional lainnya memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai kelompok ini perlu mendapatkan prioritas agar tetap bisa beroperasi secara normal di tengah keterbatasan pasokan BBM yang terjadi saat ini.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang di SPBU tidak hanya disebabkan oleh tingginya kebutuhan, tetapi juga oleh adanya kendaraan yang berulang kali melakukan pengisian. Kondisi tersebut dinilai memperparah antrean dan menghambat masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan BBM untuk keperluan mendesak.

“Fenomena kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM ini perlu menjadi perhatian. Selain membuat antrean semakin panjang, hal ini juga menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat lain,” ujarnya.

Santosa menegaskan bahwa pengelola SPBU perlu mengambil langkah tegas dalam mengatur sistem distribusi BBM, termasuk dengan membatasi frekuensi pengisian bagi kendaraan yang sama dalam kurun waktu tertentu. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan lebih adil dan merata.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan yang lebih intensif dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Menurutnya, kolaborasi antar pihak sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan antrean BBM yang kian meresahkan masyarakat.

Santosa turut mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan tidak melakukan praktik yang merugikan, seperti penimbunan atau pengisian berulang untuk tujuan spekulasi. Ia menekankan bahwa BBM merupakan kebutuhan bersama yang harus digunakan secara bijak.

“Kita semua harus saling menghargai. Jangan sampai kepentingan pribadi justru merugikan orang lain,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis guna mengatasi persoalan ini, termasuk memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap stabil serta sistem distribusi berjalan lebih efektif. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan antrean di SPBU dapat berkurang dan aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *