Wabup Sintang Wajibkan Ibu Hamil Periksa Kandungan Sejak Awal untuk Cegah Stunting

Diposting pada

SINTANG, DN – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menegaskan bahwa seluruh ibu hamil di Kabupaten Sintang wajib memeriksakan kandungannya sejak awal masa kehamilan sebagai langkah penting dalam mencegah kelahiran anak yang berisiko mengalami stunting.

Penegasan tersebut disampaikan Ronny saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Indomarco Prismatama, pengelola jaringan ritel Indomaret. Bantuan yang disalurkan berupa 250 paket nutrisi bagi anak-anak di Kecamatan Sintang. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ronny menegaskan bahwa upaya menurunkan angka stunting dan kemiskinan masih menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sintang hingga tahun 2030 mendatang. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan tidak ada anak di Sintang yang mengalami kekurangan gizi tanpa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Saya juga mau menegaskan bahwa tidak ada satu anak pun yang mengalami kurang gizi yang tidak mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Sintang. Kami meminta jika ada anak yang mengalami kurang gizi agar segera dilaporkan kepada kami, sehingga bisa langsung kami tangani dengan serius,” ujar Ronny.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Oleh karena itu, ia mengimbau sekaligus mewajibkan para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungan kepada tenaga kesehatan yang ada di desa maupun kampung.

“Maka dari itu, saya memberikan syarat kepada ibu yang sedang hamil, yaitu wajib memeriksakan kandungannya sejak awal dan secara rutin kepada petugas kesehatan di desa atau kampung. Dengan begitu kondisi kehamilan bisa diketahui dan dideteksi sejak dini sehingga dapat segera diberikan bantuan atau penanganan jika diperlukan,” jelasnya.

Menurut Ronny, langkah deteksi dini sangat penting untuk memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup serta pemantauan kesehatan secara berkala. Hal ini diharapkan dapat menekan risiko lahirnya bayi dengan kondisi stunting.

Ia juga meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat, perangkat desa, serta tenaga kesehatan, untuk turut menyebarkan informasi tersebut agar semakin banyak ibu hamil yang memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak awal kehamilan.

“Dan tolong sebarkan informasi ini kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang. Jangan ragu untuk rajin mengunjungi petugas kesehatan sejak awal kehamilan. Pemerintah Kabupaten Sintang ingin hadir dan membantu apabila ada kondisi anak yang mengalami kurang gizi,” tegas Ronny.

Melalui berbagai langkah pencegahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap angka stunting di daerah tersebut dapat terus ditekan sehingga kualitas sumber daya manusia di masa depan semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *