Senen Maryono Ingatkan Lulusan Stikara: Jangan Terfokus Jadi CPNS, Peluang Profesi Kesehatan Sangat Luas

Diposting pada

SINTANG — Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono, memberikan pesan tegas kepada para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kapuas Raya (Stikara) agar tidak menetapkan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai satu-satunya pilihan karier. Imbauan tersebut disampaikannya usai menghadiri prosesi Wisuda XIV Stikara di Ballroom My Home Sintang, Kamis (13/11/2025).

Dalam keterangannya, Senen menyoroti kecenderungan sebagian lulusan yang hanya menunggu pembukaan formasi CPNS tanpa mengeksplorasi peluang kerja lain di sektor kesehatan. Menurutnya, paradigma tersebut perlu diubah karena kebutuhan tenaga kesehatan semakin beragam dan tidak terbatas pada instansi pemerintah.

“Jangan terpaku pada CPNS. Dunia kesehatan memberikan banyak ruang bagi tenaga profesional untuk berkarya langsung di tengah masyarakat,” tegas politisi Partai Amanat Nasional tersebut.

Ia menjelaskan bahwa transformasi layanan kesehatan membuat masyarakat kini semakin membutuhkan tenaga medis yang terlatih, baik untuk layanan persalinan, perawatan dasar, edukasi kesehatan, hingga praktik mandiri. Peran yang dahulu dijalankan oleh dukun kelahiran, misalnya, kini dapat sepenuhnya digantikan oleh tenaga kesehatan terdidik dengan standar pelayanan yang lebih aman.

“Jika dulu masyarakat bergantung pada dukun, sekarang tenaga kesehatan jauh lebih siap. Tinggal mengikuti aturan dan mengurus izin agar layanan bisa diberikan secara legal dan profesional,” ujarnya.

Lebih jauh, Senen Maryono mengingatkan bahwa proses belajar tidak berhenti saat ijazah diterima. Para lulusan diminta untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan diri, serta menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan maupun masyarakat.

“Tenaga kesehatan harus adaptif. Perkembangan teknologi, administrasi kesehatan, hingga layanan berbasis digital menuntut kalian untuk terus belajar dan tidak berhenti pada apa yang dipelajari di bangku kuliah,” tambahnya.

Ia juga menyoroti Program Studi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PIK) sebagai salah satu bidang dengan prospek kerja cerah. Menurutnya, digitalisasi sistem pelayanan publik membuat fasilitas kesehatan sangat membutuhkan tenaga yang mampu mengelola data pasien secara profesional dan terintegrasi.

“Perekam medis punya peluang besar. Banyak puskesmas, klinik, dan rumah sakit membutuhkan tenaga khusus untuk mengelola rekam data kesehatan,” jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Senen berharap para lulusan dapat meniti karier sebagai tenaga kesehatan yang berdedikasi, bukan hanya mengejar status kepegawaian. Menurutnya, esensi profesi kesehatan terletak pada pelayanan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Kesuksesan itu bukan soal menjadi PNS atau tidak. Yang terpenting adalah sejauh mana kalian memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *