Populasi Sapi Potong di Sintang Capai 4.965 Ekor, Lima Kecamatan Jadi Sentra Peternakan

Diposting pada

SINTANG, DN – Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang, Eka Dahliana, memaparkan data terbaru terkait populasi ternak di wilayah Kabupaten Sintang. Data tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memetakan potensi sekaligus menjaga ketahanan pangan, khususnya sektor peternakan.

Menurut Eka Dahliana, saat ini populasi sapi potong di Kabupaten Sintang tercatat sebanyak 4.965 ekor. Selain itu, jumlah ayam broiler mencapai 703.518 ekor, kambing sebanyak 3.464 ekor, dan ayam petelur sebanyak 78.132 ekor. Angka ini menunjukkan bahwa sektor peternakan di Sintang masih menjadi salah satu penopang utama dalam penyediaan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dari total populasi sapi potong tersebut, terdapat 1.327 ekor sapi yang sudah dalam kondisi siap potong. Hal ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan daging lokal dalam jangka pendek, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan ketika permintaan biasanya meningkat.

Eka juga menambahkan bahwa terdapat lima kecamatan yang menjadi sentra peternakan sapi potong di Kabupaten Sintang. Kelima kecamatan tersebut adalah Sungai Tebelian, Sepauk, Dedai, Binjai Hilir, dan Tempunak. Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi lahan dan dukungan peternak yang cukup kuat dalam pengembangan sapi potong.

“Lima kecamatan ini menjadi tulang punggung produksi sapi potong di Sintang. Kami terus mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas ternak melalui pembinaan dan pendampingan kepada para peternak,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan juga terus mengupayakan berbagai program peningkatan kapasitas peternak, termasuk pelatihan manajemen pakan, kesehatan hewan, serta penguatan kelompok ternak. Langkah ini dilakukan untuk menjaga populasi ternak tetap stabil dan berkelanjutan.

Dengan potensi populasi ternak yang ada, Pemkab Sintang optimistis sektor peternakan dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *