SINTANG – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjadikan peristiwa banjir Sumatera dan banjir Sintang pada tahun 2021 sebagai pelajaran penting dalam pengelolaan lingkungan. Menurutnya, bencana tersebut menunjukkan betapa krusialnya upaya perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Banjir yang terjadi di Sumatera dan Sintang beberapa tahun lalu bukan hanya musibah sesaat. Itu adalah alarm bagi kita semua bahwa tata kelola lingkungan harus diperbaiki, mulai dari hulu hingga hilir sungai, serta pengawasan terhadap pembangunan dan alih fungsi lahan,” ujar Juni
Ia menegaskan bahwa bencana banjir bukan hanya soal curah hujan tinggi, tetapi juga terkait dengan pola pengelolaan wilayah yang kurang optimal. Penebangan hutan yang tidak terkendali, alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau industri, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi faktor yang memperparah dampak banjir.
Juni menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Sintang harus mengambil langkah-langkah strategis, mulai dari penataan kembali DAS (Daerah Aliran Sungai), pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan lembaga terkait agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan efektif.
“Kita juga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Kesadaran dan partisipasi warga sangat menentukan keberhasilan pengelolaan lingkungan, karena tanpa peran mereka, upaya pemerintah akan kurang optimal,” jelasnya.
Selain itu, Juni mendorong adanya edukasi lingkungan berkelanjutan dan regulasi yang tegas terkait penggunaan lahan, pengelolaan sampah, serta pelestarian hutan. Dengan demikian, risiko bencana alam dapat diminimalisir di masa depan.
Ia menekankan bahwa pelajaran dari banjir Sumatera dan Sintang harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana. Pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan pascabencana, karena menyelamatkan harta benda dan nyawa masyarakat merupakan prioritas utama.
“Mari kita ambil hikmah dari peristiwa lalu. Dengan perbaikan tata kelola lingkungan yang baik, Sintang bisa lebih aman dari ancaman banjir di masa mendatang,” pungkasnya.



