Juni Ajak Masyarakat Bijak dan Positif dalam Penggunaan Media Sosial

Diposting pada

SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Juni, mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, media sosial bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap kehidupan sosial, budaya, dan psikologis masyarakat, terutama generasi muda.

Juni menekankan bahwa penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif, mulai dari penyebaran informasi palsu, perundungan digital, hingga konflik sosial. Oleh karena itu, masyarakat harus menggunakan media sosial secara positif untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat, baik untuk pengembangan diri, pendidikan, maupun sosial ekonomi. “Media sosial adalah alat yang sangat kuat. Jika digunakan dengan benar, bisa menjadi sarana edukasi, berbagi informasi bermanfaat, dan mempromosikan potensi daerah. Tetapi jika salah digunakan, dampaknya bisa sangat merugikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Juni mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan media sosial sebagai platform untuk belajar, mempromosikan usaha, dan menumbuhkan kreativitas. Contohnya, pelaku UMKM bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk lokal, sementara siswa dan mahasiswa dapat memanfaatkan platform tersebut untuk berbagi ilmu dan informasi positif. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi dan edukasi yang efektif.

Selain itu, Juni juga menekankan pentingnya literasi digital. Masyarakat harus mampu memilah informasi, mengenali berita hoaks, serta menjaga etika dan norma ketika berinteraksi di dunia maya. Orang tua dan sekolah diharapkan dapat ikut berperan dalam mengedukasi anak-anak dan remaja agar menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.

Juni menambahkan bahwa pemerintah daerah juga bisa berperan aktif dengan menyediakan program edukasi literasi digital, pelatihan penggunaan media sosial yang positif, serta kampanye anti-hoaks. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem media sosial yang sehat.

“Bijak dalam menggunakan media sosial adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita manfaatkan teknologi ini untuk hal-hal yang positif, mendukung kreativitas, pendidikan, dan pembangunan daerah,” pungkas Juni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *