Inflasi Sintang Februari 2026 Tembus 5,12 Persen, Lili Suryani: Dipicu Kenaikan Listrik hingga Gas 3 Kg

Diposting pada

SINTANG, DN – Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Sintang, Lili Suryani, mengungkapkan bahwa tingkat inflasi di Kabupaten Sintang pada Februari 2026 mencapai 5,12 persen. Angka tersebut dinilai cukup signifikan dan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.

Menurut Lili Suryani, inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan sejumlah komoditas utama yang memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga. Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain voucher listrik atau token listrik, emas, daging ayam, bawang merah, dan gas elpiji 3 kilogram.

“Angka inflasi Kabupaten Sintang pada Februari 2026 mencapai 5,12 persen. Penyumbang utamanya adalah voucher listrik, emas, daging ayam, bawang merah, serta gas 3 kilogram,” jelasnya saat menyampaikan laporan perkembangan ekonomi daerah.

Ia menjelaskan, kenaikan harga daging ayam dan bawang merah sangat berpengaruh karena kedua komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang sering dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram turut membebani pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada energi bersubsidi tersebut.

Untuk komoditas emas, kenaikan harga dipengaruhi oleh tren harga global serta meningkatnya minat masyarakat dalam berinvestasi di tengah dinamika ekonomi. Sedangkan kenaikan voucher listrik berdampak langsung pada pengeluaran rutin bulanan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sintang, lanjut Lili, terus melakukan pemantauan harga secara berkala di pasar tradisional maupun distributor. Koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait guna mengendalikan laju inflasi, termasuk melalui langkah-langkah strategis seperti operasi pasar, pengawasan distribusi barang, dan memastikan kelancaran pasokan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta aparat pengawasan dapat menekan potensi kenaikan harga lebih lanjut, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti lonjakan permintaan.

“Upaya pengendalian inflasi akan terus kami lakukan agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan,” tegasnya.

Dengan langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Sintang optimistis tekanan inflasi dapat dikendalikan dalam beberapa bulan mendatang demi menjaga keseimbangan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *