Wakil Ketua DPRD Sintang Dorong Penataan Waterfront Sungai Durian Jadi Destinasi Wisata yang Tertib dan Nyaman

Diposting pada

SINTANG, DN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menekankan pentingnya penataan kawasan waterfront di Sungai Durian agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang nyaman, tertib, dan menarik bagi masyarakat maupun pengunjung.

Menurut Yohanes, jika kawasan ini ingin berfungsi sebagai daya tarik wisata kota, pemerintah daerah harus serius mengedepankan ketertiban, kerapian, serta kebersihan. Ia menambahkan, pengelolaan waterfront bisa mencontoh praktik di kota-kota lain yang telah berhasil memadukan fungsi komersial dan ruang publik.

“Kalau kita mau menjadi tujuan wisata, terutama kota yang ramai dikunjungi, kita bisa belajar dari daerah lain. Yang paling dekat itu Kuching, di mana semuanya tertib, mulai dari parkir, pedagang, hingga kenyamanan pengunjung,” ujar Yohanes.

Di kawasan wisata yang tertata rapi, lanjutnya, pedagang menempati lokasi yang telah ditentukan dan tidak berjualan di area yang dilarang, sementara kebersihan lingkungan tetap terjaga sehingga pengunjung merasa nyaman dan betah.

“Di sana pedagang berdagang di tempat yang diizinkan, ada aturannya. Area yang tidak boleh digunakan memang tidak ditempati, dan kebersihan dijaga dengan baik,” jelasnya.

Yohanes juga menyinggung praktik pengelolaan ruang publik di beberapa negara Asia, seperti Thailand dan Korea Selatan, yang berhasil menjaga ketertiban dan kebersihan sehingga kawasan wisata selalu nyaman bagi warga dan turis.

“Kalau mau lebih jauh, Thailand, bahkan Korea juga sangat tertib. Ini penting jika kita ingin menjadikan kota ini sebagai tujuan wisata,” tambahnya.

Ia menegaskan, keberhasilan waterfront sebagai destinasi wisata bergantung pada komitmen pemerintah daerah dalam mengatur penempatan pedagang, menegakkan aturan, dan menjaga kebersihan secara konsisten.

“Artinya kita harus tertib, rapi, kebersihan dijaga, dan penempatan harus diatur sungguh-sungguh oleh pemerintah daerah. Dengan begitu, waterfront bisa menjadi kebanggaan kota sekaligus destinasi wisata yang nyaman,” pungkas Yohanes.

Dengan perhatian serius terhadap penataan dan kebersihan, diharapkan waterfront Sungai Durian tidak hanya menjadi lokasi perdagangan, tetapi juga ruang publik yang menarik dan berpotensi mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *