SINTANG, DN – Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, menghimbau masyarakat di wilayah Kabupaten Sintang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak peralihan musim yang tengah terjadi. Hal tersebut disampaikan Kusnidar pada Selasa (24/3/2026), menyusul kondisi cuaca panas yang dirasakan semakin menyengat dalam beberapa minggu terakhir.
Menurut Kusnidar, perubahan pola cuaca yang cukup ekstrem menjadi salah satu indikator masuknya masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan suhu udara yang tinggi pada siang hari, namun berpotensi disertai hujan lokal dengan intensitas tidak menentu pada waktu tertentu.
“Sudah beberapa minggu terakhir cuaca panas di Sintang sangat menyengat. Ini perlu diwaspadai karena biasanya pada masa peralihan musim, potensi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan serta gangguan kesehatan masyarakat bisa meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Selain itu, warga juga diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari paparan panas berlebih.
Tak hanya itu, Kusnidar juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pasalnya, kondisi cuaca panas dan kering dapat memicu terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama di wilayah yang rawan.
BPBD Sintang, lanjutnya, terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi bencana yang mungkin terjadi selama masa peralihan musim ini.
“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran atau kejadian darurat lainnya,” tambahnya.



