SINTANG, DN – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan pentingnya pengelolaan program dan kegiatan yang terintegrasi serta efisien di tengah kondisi fiskal nasional yang semakin menantang. Hal ini disampaikan saat memberikan arahan dalam Forum Perangkat Daerah Bidang Peningkatan Infrastruktur yang berlangsung di Aula Bappeda Sintang, Kamis, 12 Maret 2026. Forum ini dihadiri oleh kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang langsung terkait dengan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang.
Dalam sambutannya, Gregorius menegaskan bahwa di tengah pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghindari duplikasi program yang dapat menghambat efisiensi anggaran. Ia mengingatkan agar setiap OPD memperkuat data dan analisis yang akurat serta memperhatikan isu lingkungan, tata ruang, dan keberlanjutan pembangunan.
“Kita memasuki dinamika fiskal yang penuh tantangan. Oleh karena itu, saya meminta agar perangkat daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor, salah satunya adalah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Menghindari duplikasi program dan mengutamakan efisiensi anggaran. Berpijak pada data dan analisis yang akurat serta memperhatikan isu lingkungan, tata ruang, dan keberlanjutan,” pesan Gregorius.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran, khususnya pada triwulan pertama. Ia meminta setiap OPD mampu merealisasikan minimal 50 persen dari anggaran yang dialokasikan agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.
“Percepatan realisasi anggaran sangat penting, terutama di triwulan pertama. Saya berharap minimal 50 persen dari anggaran di setiap OPD dapat direalisasikan,” tambah Gregorius.
Dalam rangka mewujudkan visi besar pembangunan daerah, Gregorius mengungkapkan komitmennya untuk mempercepat transformasi ekonomi dan sosial dari tingkat desa. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus adalah pengembangan koperasi desa merah putih. Menurutnya, koperasi ini bukan sekadar wadah usaha, tetapi mesin penggerak untuk meningkatkan pendapatan warga melalui pengelolaan potensi lokal secara profesional dan mandiri.
“Koperasi ini adalah mesin penggerak untuk meningkatkan pendapatan warga melalui pengelolaan potensi lokal secara profesional dan mandiri. Kita ingin membangun kedaulatan ekonomi dari akar rumput,” tegasnya.
Selain itu, program makan bergizi gratis juga menjadi prioritas utama. Program ini bertujuan memastikan tidak ada lagi anak-anak maupun ibu hamil yang kekurangan gizi. Dengan akses pangan yang sehat, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat meningkat dan pola hidup sehat menjadi budaya di desa-desa.
“Kita fokus memastikan tidak ada lagi anak-anak atau ibu hamil yang kekurangan gizi. Melalui program makan bergizi gratis, kita tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat,” ujarnya.
Dalam aspek lingkungan, Gregorius menyadari adanya tekanan besar dari perubahan kondisi alam dan aktivitas manusia yang berdampak terhadap kelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh masyarakat, perangkat daerah, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
“Upaya menjaga kelestarian hutan, mencegah pembakaran lahan, mengelola sampah dengan baik, serta menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Mengakhiri arahannya, Gregorius mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas perencanaan dan memperkuat koordinasi antar perangkat daerah. Ia percaya, dengan kerja keras, sinergi, dan komitmen bersama, pembangunan infrastruktur di Sintang dapat terus dipercepat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kerja keras, sinergi, dan komitmen bersama, saya yakin pembangunan infrastruktur di Sintang dapat terus kita percepat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Gregorius.



