Pemkab Sintang Gelar Buka Puasa Bersama di Pendopo, Jalin Kebersamaan dan Sinergi Membangun Daerah

Diposting pada
SINTANG, DN– Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar acara buka puasa bersama di Pendopo Bupati Sintang, Rabu sore (11/3). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di daerah, mulai dari Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Wakil Bupati, Danrem 121 ABW, Ketua TP PKK Sintang, anggota Forkopimda, DPRD Sintang, Ketua MUI, organisasi masyarakat, pimpinan partai politik, serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Sintang. Tidak ketinggalan, hadir pula anak-anak dari Panti Asuhan Mujahidin, yang menunjukkan perhatian dan kepedulian sosial dari pemerintah dan masyarakat.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini memiliki makna yang sangat penting. Ia menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar berbuka puasa, tetapi sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antar seluruh elemen masyarakat serta jajaran pemerintah daerah. “Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat terus memperkuat komitmen dalam membangun daerah yang kita cintai ini. Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Gregorius Herkulanus Bala mengajak seluruh elemen untuk menjaga semangat gotong royong dan persatuan, demi mewujudkan Sintang yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Ia juga berharap bahwa bulan Ramadan ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah harus dilaksanakan dengan penuh integritas, dedikasi, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sintang, H. Syaiful Anam, menyampaikan harapannya agar kebersamaan dan persaudaraan di Kabupaten Sintang semakin solid melalui momen Ramadan ini. Ia menegaskan bahwa makna puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga membersihkan hati dan menahan diri dari pola pikir negatif, seperti berburuk sangka dan merasa lebih baik dari orang lain. “Seorang muslim sejati adalah orang yang membuat orang lain merasa aman dari gangguan tangan dan ucapannya,” ujarnya.
Dalam tausyiah yang disampaikan H. Anang Nurcholis, ditekankan bahwa memasuki hari ke-21 puasa dan menjelang Idul Fitri, umat Islam tetap semangat menjalankan ibadah. “Puasa adalah menahan lapar dan nafsu, serta menahan diri dari hal-hal negatif. Ramadan adalah waktu yang Allah berikan agar kita mampu mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kepedulian sosial,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa bulan Ramadan mengajarkan umat untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, termasuk membayar zakat dan mempererat tali silaturahmi.
Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, diwarnai dengan tausyiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Rohendi. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan saling membantu terus terjaga, serta mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Sintang yang lebih maju dan sejahtera.
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Sintang berharap, semangat Ramadan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat demi kemajuan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *