LP3K Kabupaten Sintang Dorong Pembentukan Kepengurusan LP3K Kecamatan Dedai

Diposting pada

Dalam upaya memperkuat pengembangan kegiatan Pesparani di tingkat paroki dan kecamatan, Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparani Katolik (LP3K) Kabupaten Sintang melakukan kunjungan pastoral ke Paroki Santo Petrus Dedai di Emparu pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua LP3K Kabupaten Sintang, Agustinus Hata, bersama jajaran pembina dan pengurus.

Kehadiran rombongan LP3K Kabupaten Sintang diterima secara langsung oleh Pastor Kepala Paroki Santo Petrus Dedai, RD Leonardus Miau, bersama umat paroki. Dalam sambutannya, Agustinus Hata menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan LP3K sebagai lembaga yang mengoordinasikan kegiatan Pesparani serta mendorong agar LP3K Kecamatan Dedai segera dibentuk kembali secara resmi.

Ia menjelaskan bahwa Paroki Santo Petrus Dedai diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional yang rutin dilaksanakan setiap bulan September sebagai sarana pembinaan melalui berbagai lomba yang selaras dengan cabang Pesparani.

Menurutnya, langkah ini penting sebagai persiapan apabila Kecamatan Dedai mengikuti Pesparani tingkat Kabupaten Sintang di masa mendatang.

Ketua LP3K Kabupaten Sintang juga mengimbau agar Pastor Paroki Santo Petrus Dedai memfasilitasi penyusunan struktur pengurus LP3K Kecamatan Dedai. Setelah terbentuk, kepengurusan tersebut diharapkan dapat ditetapkan melalui Surat Keputusan Camat Dedai dan dilantik secara resmi.

Ia menambahkan bahwa pengurus yang terbentuk perlu segera membentuk tim Pesparani Kecamatan Dedai serta menjalankan pembinaan secara berkelanjutan bersamaan dengan aktivitas pastoral paroki.

RD Leonardus Miau dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh para Ketua Stasi, suster, serta Pengurus WKRI Paroki Santo Petrus Dedai. Dari 41 stasi yang ada, sebanyak 38 stasi hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa Kecamatan Dedai sebelumnya berada dalam wilayah Paroki Kelam Permai, sebelum akhirnya berdiri sebagai paroki mandiri dua tahun lalu dengan nama Paroki Santo Petrus Dedai yang berlokasi di Desa Emparu.

Sementara itu, A. Tilla selaku pengurus LP3K Kabupaten Sintang mengajak seluruh unsur di Kecamatan Dedai untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai perlombaan Pesparani pada tahun-tahun mendatang.

Hal senada disampaikan oleh Yosepha Hasnah selaku Pembina LP3K Kabupaten Sintang yang menegaskan bahwa LP3K berperan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kegiatan gereja yang bersifat kompetitif dan edukatif.

Yosepha Hasnah menekankan bahwa LP3K Kecamatan harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pastor Paroki, suster, Dewan Pastoral Paroki, pemerintah kecamatan, hingga umat Katolik. Menurutnya, sinergi seluruh unsur tersebut menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program LP3K.

Dari pihak Dewan Pastoral Paroki, Bimboi menyampaikan agar kepengurusan LP3K Kecamatan Dedai dibentuk dengan melibatkan umat setempat yang memahami potensi dan kebutuhan paroki. Ia mengingatkan agar LP3K tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi benar-benar aktif, berkembang, dan melibatkan seluruh stasi di Paroki Dedai.

Pastor Rekan Paroki Santo Petrus Dedai, RD Paus, turut menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan LP3K Kecamatan Dedai. Ia berharap agar kepengurusan yang dibentuk berasal dari wilayah Paroki Dedai sendiri sehingga pelaksanaan program dan kegiatan LP3K dapat berjalan efektif dan berkesinambungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *